Bangsa Tempe!

Posted: November 1, 2012 in Motivasi
Tags: , , ,

p32n.deviantart.com

***

Kami menggoyangkan langit, menggemparkan daratan,

dan menggelorakan samudera

agar tidak menjadi bangsa yang hidup dari 2,5 sen sehari.

Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe!

Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita!”

(Ir. Soekarno)

***

 

Bangsa tempe. Istilah ini bukanlah penghinaan terhadap makanan berbahan dasar kacang kedelai itu. Ini adalah sebuah sindiran. Sindiran bagi orang-orang yang bermental rapuh dan lembek, sama halnya dengan tempe.

Orang-orang bermental tempe adalah mereka yang tidak mau menghadapi masalah. Mereka cenderung menghindar atau mengamankan diri dari suatu masalah. Mereka sangat tidak menyukai tantangan, tidak berani ambil resiko. “Ambil yang aman-aman saja lah”, begitu kata mereka.

Orang-orang bermental tempe adalah mereka yang cengeng dan manja. Mereka berkeluh kesah jika ada keinginannya yang tidak tercapai. Segala tindak tanduk mereka sangat bergantung pada syarat dan imbalan. Jika suatu pekerjaan ada keuntungan baginya, mereka bergerak. Jika tidak, mereka diam. “Apa untungnya bagi saya jika hal itu dikerjakan?”, begitu pertanyaan mereka.

Orang-orang yang bermental tempe adalah mereka yang marah jika dikritik. Padahal, kritik itu merupakan sarana yang tepat untuk memperbaiki diri. Sebaliknya, mereka justru haus akan pujian. Mereka bekerja bukan karena kewajiban, melainkan karena mengharapkan penilaian orang lain. “Saya lebih hebat dari kalian!”, begitu ucap mereka.

Orang-orang yang bermental tempe adalah mereka yang enggan melakukan perubahan. Tidak mau bekerja keras, tidak mau berpikir cerdas. Mereka menyukai zona nyaman. Stagnan dan konstan, tidak antusias terhadap ide-ide baru. “Sudahlah, yang biasa-biasa saja”, begitu kata mereka.

Lihatlah, mereka yang bermental tempe itu. Para pelajar yang meninggalkan buku-buku pelajaran dan menggantinya dengan acara-acara hiburan murahan. Para mahasiswa yang menanggalkan intelektualitas dan menggantinya dengan adu jotos dalam menyelesaikan masalah.

Lihatlah, mereka yang bermental tempe itu. Para pejabat yang hanya bisa bekerja dan berpikir jika diberi fasilitas mewah. Para pegawai yang menganut faham “Asal Bapak Senang” dan pemberian upeti pada pimpinannya.

Ah, biarkan sejenak mereka yang bermental tempe itu. Bagaimana dengan anda, kawan? Apakah termasuk salah satu dari mereka? Jika tidak, apa buktinya?

***

1 November 2012, 08.46 WIB – sebuah inspirasi dari sepenggal lagu “Raja Negeriku” karya Noah

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s